certificateSurat Tanda Registrasi atau dikenal dengan STR merupakan aspek vital bagi para dokter / dokter gigi untuk dapat melakukan praktek. Untuk dokter gigi baru yang belum memilki STR harus melewati proses sertifikasi, dalam proses sertifikasi ini dilakukan uji kompetensi guna mendapatkan sertifikat kompetensi.

Uji Kompetensi

  1. Untuk  semua dokter gigi / spesialis lulusan baru dan lama yang setelah April 2007  belum memiliki STR drg / spesialis (masa peralihan telah lewat) melalui ujian
  2. Untuk  semua dokter gigi / spesialis yang STR nya sdh habis masa berlakunya 5 tahun harus registrasi ulang, tidak melalui ujian tetapi melalui pengumpulan SKP bukti keikutsertaan dalam kegiatan P3KGB yang ditentukan jumlahnya oleh kolegiumnya.
  3. Bila butir 2 tidak terpenuhi sesuai ketentuan Komisi P3KGB, maka harus melalui jalur ujian. Misanya jumlah SKP 5 tahun tidak mencukupi sesuai jumlah yang telah ditetapkan. 

Untuk dokter gigi spesialis sertifikat kompetensi sangat berperan sebagai tanda pengakuan seorang dokter gigi spesialis untuk menjalankan praktek spesialis di seluruh Indonesia setelah lulus ujian kompetensi. Sertifikat ini diterbitkan oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Gigi Spesialis terkait.

Siapa saja dokter gigi spesialis yang harus mengikuti Ujian Kompetensi :

  1. Lulusan Drg Spesialis yang pertama kali akan registrasi untuk Spesialis di KKI
  2. Dokter Gigi Spesialis lulusan luar negeri yang akan praktik spesialis di Indonesia (setelah mengikuti adaptasi)
  3. Dokter Gigi Spesialis asing yang akan praktik Spesialis di Indonesia (setelah mengikuti adaptasi)
  4. Dokter Gigi Spesialis yang sampai dengan 29 April 2007 belum memiliki STR Spesialis dan belum dikukuhkan oleh MKKGI

 Model dan materi Ujian Kompetensi yang dipilih untuk mengukur kompetensi dokter gigi spesialis :

  1. Profesionalisme 20 %
  2. Kemampuan Akademik lanjut 40 %
  3. Ketrampilan klinik spesialistik 40%

(Sumber : Seminar PDGI Cabang kabupaten Bekasi  tentang Legislasi Menjelang Berakhirnya Masa Berlaku STR)